Harga Jual Kanstin Beton Megacon Magelang ☎ 0858 9963 0897


  • Sinpasa Commercial Blok C , 15 Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17143
    [email protected]

  • Kanstin atau kanstin yaitu salah satu produk beton pracetak yang banyak ditemui di pinggir badan jalan. Fungsi utamanya yaitu sebagai pembatas antara badan jalan dan trotoar. Tapi lebih dari itu, kanstin terbukti mempunyai beragam kegunaan dan peranannya tidak tergantikan.

    Semenjak permulaan abad ke-18, Kanstin Beton Megacon Magelang sudah mulai dipakai di Italia untuk memperindah kota. Kemudian sebuah perusahaan di London memanfaatkannya untuk memisahkan trek dengan jalur khusus pedestrian. Semenjak ketika itu, pengaplikasian kanstin semakin meluas sampai semua dunia.

    Jenis, Type, dan Spesifikasi Kanstin

    Meniru perkembangan jaman, bentuk dan ukuran kanstin malahan dari waktu ke waktu menjadi semakin berjenis-jenis. Mari kita simak beberapa misalnya di bawah ini.

    [tabel-ukuran-kanstin]

    Kanstin Taman

    Tipe kanstin ini yaitu yang paling banyak dipasang di dalam zona perumahan, terutamanya perumahan baru. Pada umumnya, perumahan baru memiliki sebidang zona yang digunakan untuk menanam tanaman. Selain itu, badan jalannya menggunakan material paving beton. Hal ini membuat lingkungan perumahan menjadi kelihatan lebih asri dan rapi.

    Kanstin taman diterapkan untuk memisahkan badan jalan dengan taman. Fungsi utama dari kanstin taman yaitu sebagai barier tanah agar tak tercecer ke badan jalan, sehingga taman terlihat lebih rapi dan indah. Sehubungan dengan jalur dari paving, kanstin beton ini juga berfungsi menjepit paving block agar konsisten rapat di tempatnya dan tidak bergeser. Kenampakan kanstin ragam ini lebih tipis dan lebih rendah dibandingi variasi lainnya.

    Kanstin Trotoar

    Type kanstin beton lainnya adalah kanstin trotoar. Sebagaimana namanya, kanstin ini diterapkan untuk memisahkan badan jalan dengan trotoar, di mana area pejalan kaki dibangun lebih tinggi ketimbang area kendaraan. kanstin trotoar umumnya mempunyai kenampakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanstin taman.

    Kanstin S

    Tipe kanstin selanjutnya yaitu kanstin tali air atau disebut juga kanstin S. Bentuk produk yang satu ini mempunyai profil bergelombang. Tampak berbeda dengan wujud umumnya yang tegas dan rata. Biasanya kanstin ini dipakai untuk membendung dan mengarahkan air ke dalam saluran pembuangan.

    Kanstin Car Stopper Beton

    Anda pasti pernah mengamati tonjolan-tonjolan yang berjejer di tempat parkir kendaraan beroda empat. Itu merupakan car stopper beton atau tak jarang disebut kanstin stopper. Ciri-ciri spesifikasi kanstin ini yaitu tingginya yang berada antara 10 sampai 15 cm, paling rendah dibandingkan variasi kanstin lainnya.

    Fungsi kanstin ini yaitu untuk menghentikan gerak mobil agar tak melebihi area yang mesti. Eksistensi kanstin yang tidak terlalu tinggi membuatnya sanggup menghentikan roda kendaraan beroda empat tanpa seharusnya menggores bumper.

    Kanstin DKI

    Serupa dengan kanstin trotoar, kanstin DKI juga memiliki fungsi utama menjadi pembatas jalan ataupun pemisah dengan trotoar. Yang membedakannya merupakan dimensi kanstin beton ini lebih besar, membuat jenis ini disebut juga kanstin jumbo. Penampakan yang besar dan kokoh ini membuatnya amat layak untuk diterapkan pada jalan utama atau besar, secara khusus yang dilewati oleh kendaraan-kendaraan berbeban berat.

    Manfat Pemasangan Kanstin Beton

    Dalam sebuah proyek, pemanfaatan kanstin mesti pantas dengan tipe yang digunakan. Tak cuma berdampak pada panorama, ketidaksesuaian pengaplikasian kanstin bisa berimbas fatal dan membahayakan pengguna jalan.

    Seumpama, untuk jalur yang dilewati angkutan berbobot besar, kanstin yang digunakan sebaiknya yang berukuran besar pula. Kalau mengaplikasikan yang berukuran kecil, dikhawatirkan kanstin tidak bisa mengerjakan fungsinya, mengakibatkan kendaraan melompat dan berbahaya pengguna jalan.

    Menggantikan kanstin trotoar dengan kanstin beton type lainnya yang tidak terlalu tinggi, membuka peluang bagi pengendara untuk melakukan pelanggaran lalu lintas. Misalnya, dikala trek sedang macet. Pengendara motor akan tertarik untuk naik ke trotoar yang cenderung senggang. Walhasil, membahayakan pejalan kaki.