Pengertian & Fungsi Beton Pracetak

Beton sejatinya adalah suatu material yang dibuat menggunakan bahan baku seperti semen, batu, pasir, kerikil dan juga air. Material tersebut dicampur sehingga menjadi suatu adonan dan nantinya akan siap untuk dituangkan ke cetakan atau dapat disebut sebagai bekisting. Pada umumnya masyarakat banyak menyebut bahwa beton pracetak sebagai jenis beton yang pembuatannya dengan dicetak di pabrik beton dan dibentuk menjadi panel tertentu yang nantinya akan dirakit menjadi satu.

Pengertian beton pracetak sendiri menurut SNI atau standar nasional Indonesia merupakan konstruksi yang komponennya dibentuk dengan dicetak dan juga dipublikasi dan pengolahannya bisa pada pabrik ataupun lapangan yang nantinya akan langsung dipasang pada lapangan tersebut Sehingga nantinya akan membuat bentuk bangunan.

Dari penjelasan di atas dapat merujuk bahwa beton pracetak sendiri merupakan sebuah proses dari pengolahan campuran beton dengan berbagai macam material yang dipadatkan dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Hasil cetakan dari material tersebut nantinya akan dipasang dan dibentuk untuk suatu bangunan.

Fungsi Beton Pracetak

Mutu beton yang yang disyaratkan untuk suatu pembangunan adalah dua mutu yaitu K-175 & K-350 yang mana angka tersebut menunjukkan bahwa beton pracetak bisa memenuhi dua fungsi.

Fungsi yang paling pertama adalah beton non struktural yang menggunakan fungsi mutu beton K-175 dan yang kedua adalah beton yang struktural dengan mutu beton K-350. Jenis beton pracetak non struktural diantaranya seperti paving block, road barrier beton, pagar panel beton, u ditch hingga buis beton. Untuk beton pracetak struktural diantaranya adalah girder beton, sheet pile beton dan juga box culvert.

Pada umumnya beton pracetak digunakan untuk menggantikan beton cor ditempat sebagai cara untuk mempermudah proses pembangunan. Pembangunan dengan menggunakan sistem beton pracetak ini nantinya akan diharapkan untuk selesai lebih cepat dan juga aman dari berbagai macam polusi. Menggunakan beton pracetak juga dapat membuat konsistensi Pada ukuran serta mutu pada setiap produknya sehingga menghasilkan struktur yang kuat dan tahan terhadap berbagai macam hal.

Ketahanan dari beton pracetak juga didukung oleh komposisi dari beton tersebut yang diantaranya pada beton pracetak struktural menggunakan komposisi seperti semen, pasir beton, kerikil, zat aditif beton hingga air dengan kapasitas yang sudah ditentukan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan juga fungsi dari botol pelajata yang bisa anda jadikan referensi dan info tambahan sebelum Anda memilih untuk menggunakan beton pracetak agar mendapatkan mutu terbaik.

0/5 (0 Reviews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *